Lima per tujuh bagian dari permukaan bumi ini merupakan samudera luas yang penuh air dengan rasanya yang asin. Setiap saat tanpa pernah berhenti, berjuta-juta sungai yang besar dan kecil menumpahkan dan melemparkan berjuta-juta ton kotoran ke laut yang asin itu. Kalau sekiranya air laut itu tidak asin, kotoran-kotoran itu akan mengeluarkan bau yang sangat busuk, sehingga dalam beberapa bulan saja seluruh air laut itu akan menjadi busuk, sebusuk-busuknya. Dan setiap ruang di permukaan bumi ini akan penuh dengan bau yang busuk itu, sehingga bukan saja akan merusak kesehatan, tetapi malah akan memusnahkan seluruh kehidupan di permukaan bumi ini.
Dengan air laut yang asin itu, Allah telah melindungi segala kehidupan di muka bumi ini. Satu perlindungan yang tak kurang penting dan hebatnya dengan terjadinya malam dan siang, perputaran bumi yang menimbulkan musim-musim itu.
Ditulis oleh Bey Arifin dalam buku Samudera al-Fatihah halaman 25.
Wednesday, November 23, 2011
Jurnalistik, Kapitalisme!
Datang ke sebuah seminar memang selalu menginspirasi, bahkan bisa memanggil kembali idealisme yang hilang akibat nyamannya hidup kemarin. Pada hari Sabtu, 19 November 2011 saya berkesempatan hadir pada acara Humans (Humanity by Words) - Menggugah Kepedulian Lewat Tulisan yang difasilitasi oleh Indonesia Magnificence of Zakat. Dalam acara ini diundang dua orang narasumber, yaitu Ahmad Fuadi seorang novelis dengan salah satu bukunya yaitu Negeri 5 Menara dan Sunaryo Adhiatmoko seorang jurnalis yang aktif menulis pada harian Republika.
Hal yang saya dapatkan dari acara ini adalah bahwa kita tidak perlu kaya untuk bisa membantu orang-orang miskin atau orang terbelakang. Kita bisa menulis tentang mereka, untuk kemudian diberitakan kepada khalayak ramai. Dengan tulisan yang jujur tanpa harus dibuat-buat kita bisa mendorong empati sesama sehingga muncul-lah gerakan kolektif masyarakat dalam melakukan perubahan-perubahan sosial yang adil bagi semua orang. Dengan hanya bermodalkan rasa ingin tahu, rasa ingin berbagi, semangat dan perjuangan, kita bisa membantu mereka yang menanti kita lewat tulisan-tulisan sebagai media yang akan memberikan ruang untuk menyuarakan kepentingan-kepentingan mereka yang dirugikan oleh sistem sosial, politik dan kebudayaan. Misalnya, dari pengalaman pak Sunaryo yang berkesempatan meliput tentang korban perang di Somalia. Ternyata anak-anak disana kondisinya sangat meprihatinkan seperti kondisi tubuh yang kurus kering bahkan perutnya membuncit akibat busung lapar. Berbeda hal nya dengan anak-anak korban perang di Palestina yang kondisi fisiknya relatif lebih baik daripada anak-anak Somalia. Namun kita terlalu sibuk dengan sesuatu yang lebih 'populer' untuk dibicarakan dan melupakan yang lain. Beruntung pak Sunaryo bisa kembali utuh ke tanah air dan bisa menyampaikan berita kepada kita. Saya sangat salut kepada jurnalis-jurnalis yang rela meninggalkan kehidupan nyamannya dan berjuang mengangkat derajat orang-orang kecil.
Mungkin banyak diantara kita yang berpikiran bahwa percuma kita mengangkat derajat orang yang terbelakang itu, karena kita beranggapan bahwa mereka sangat sulit untuk berubah dan terlalu konservatif atas pemikirannya sendiri. Mereka adalah korban dan hendaknya kita Jangan Pernah Menyalahi Korban (Don't Blame the Victim). Jangan lupa, mereka menjadi seperti itu karena tempaan lingkungan dan keadaan yang membelenggu mereka.
Kita-mungkin yang hidup di kota besar-yang memiliki idealisme tinggi sangat menentang kapitalisme. Akan tetapi seringkali kita lupa diri bahwa pola pikir dan sikap kita bahkan sudah sangat kapitalis. Sebagai contoh, pada saat kita membeli barang di pasar atau di toko kelontong budaya tawar-menawar sudah sangat mendarah daging. Kita lupa bahwa kita berhadapan dengan orang kecil dan malah ingin mengambil keuntungan sebanyak-banyaknya. Disisi lain kita akan sangat bangga membeli suatu barang di dalam gedung besar berpendingin ruangan tanpa harus repot-repot menawar.
Monday, October 17, 2011
Gonna Miss You Guys, SIL 45!
ini video rekaman waktu praktikum BKTA semester 5. kita nyusurin saluran sungai dari bendung salabenda yang deket bubulak sampe ke sawah2 yang ada di desa cikarawang. ini kita lagi mau nyebrang saluran yang lebarnya kira2 satu meter tapi hebohnya minta ampun.haha
kalo yang ini si cila kang lawak abis pertandingan basket cewek di red's cup tahun 2010. lupa abis tanding sama siapa yang jelas kita kalah-sampe sekarang juga blom pernah menang, hiks- tapi gpp lah main buat seneng2, hehe.. check this out!
gonna miss you guys, moment to remember :)
Sunday, July 31, 2011
The Fifth Mountain - Paulo Coelho
Terima kasih banyak buat Chairul 'Nduy' Ikhwan dan Fadjar Djuniardi atas kado berlapis-lapis buat ultah ke-21 gw yang taunya isinya barang pinjeman lo semua, haha. (padahal gw yang nitip yak, thank you bro :))
eh, terima kasih juga buat hadiah buku the fifth mountain ini, I really happy to have friends like you :)
bukunya cukup bagus walaupun sedikit aneh, berikut cuplikan yang berkesan buat gw:
Jiwa manusia, seperti halnya sungai dan tanaman, juga membutuhkan hujan, meski dari jenis berbeda: harapan, keyakinan, alasan untuk hidup.
Tapi orang tak mungkin gagal meraih impiannya. Meski pada saat tertentu dia yakin dunia ini dan orang-orang lain lebih kuat daripada dirinya. Rahasianya cuma satu: jangan menyerah.
Kalau ada yang meminta pertolongan padaku, berarti keberadaanku di dunia ini masih ada gunanya.
Dari segala macam senjata penghancur ciptaan manusia, yang paling berbahaya-dan paling kuat-adalah kata-kata. Belati dan tombak meninggalkan bekas2 darah; anak panah bisa terlihat dari kejauhan. racun bisa dideteksi dan dihindari. tapi kata-kata bisa menghancurkan tanpa meninggalkan jejak.
Dia tak tahu para pejuang Asyur itu sangat cakap: ketika masuk menjadi tentara, mereka menanam pohon, dan setiap hari mereka melompati tempat benih pohon itu ditanam. ketika benih itu menjadi pohon kecil, mereka melompatinya. mereka tidak menjadi jengkel atau menganggap kegiatan itu sia-sia. sedikit demi sedikit pohon itu tumbuh, dan para prajurit itu melompat semakin tinggi. dengan sabar dan penuh dedikasi mereka menyiapkan diri mengatasi berbagai rintangan.
Apa pentingnya matahari yang bergerak sendirian di langit sana? apa pentingnya gunung yang menjulang di tengah-tengah lembah? apa pentingnya kehadiran sumur terpencil di suatu daerah? tapi merekalah yang menunjukkan jalan kepada rombongan karavan.
thanks juga buat Rahmayanti Pertiwi, Andi Iqra Selle Pais dan Taufik Akbar buat es krim dan perayaan sederhana, it was a nice moment in my bad day :)
thanks buat Rahmat Kurniawan yang udah rela diacak-acak kamarnya dan jadi tempat penginapan dadakan, haha..
mencari makna diri
Cerita dibawah ini merupakan cuplikan pada novel Paulo Coelho yang berjudul the Fifth Mountain. Mari kita lihat isi pesannya dengan keyakinan kita masing-masing.
Kadang-kadang kita perlu bergulat dengan Tuhan. Setiap orang pasti pernah mengalami tragedi dalam hidupnya; entah tragedi itu berupa kehancuran kotanya, kematian anak laki-lakinya, tuduhan yang tidak terbukti, penyakit yang membuatnya lumpuh selama-lamanya. Pada saat itu berarti Tuhan menantangnya untuk mengkonfrontasi Dia dan menjawab pertanyaan-Nya: Mengapa engkau mempertahankan mati-matian hidupmu yang begitu singkat dan penuh penderitaan? apa artinya perjuangan mu itu?
Orang yang tidak tahu mesti menjawab apa atas pertanyaan ini akan menyerah, tapi orang yang berusaha mencari makna hidupnya dan merasa Tuhan telah bertindak tidak adil padanya, akan menantang takdirnya sendiri dengan berani. Pada saat itulah api dari langit akan turun menyambarnya-tapi bukan api yang membunuh, melainkan api yang meruntuhkan tembok-tembok lama dan menyingkapkan pada setiap manusia potensi-potensinya yang sejati. Orang-orang pengecut tidak pernah berani membiarkan hati mereka dibakar api ini; mereka tidak ingin ada perubahan, mereka ingin segala sesuatunya tetap sama, sehingga mereka bisa terus hidup seperti biasa dan berpikir dalam pola yang biasanya juga. Sementara itu, orang-orang pemberani membakar segala yang sudah lama dan meninggalkan segala-galanya-meski harus membayar mahal dengan menanggung penderitaan batin-termasuk Tuhan, dan meneruskan langkah ke depan.
"Orang-orang pemberani selalu keras kepala."
dan diatas sana, Tuhan pun tersenyum puas, sebab inilah yang Dia kehendaki; Dia ingin setiap orang memikul sendiri tanggung jawab atas hidupnya. sebab dalam analisis akhir nanti, bukankah Dia telah memberikan anugerah terbesar kepada anak-anakNya: kemampuan untuk memilih dan menentukan tindakan-tindakan mereka.
what do you think?
Tuesday, June 14, 2011
the Zahir - Paulo Coelho
aku suka baca buku-bukunya Paulo Coelho, meskipun aku rasa dia orang-hmm aku bingung mendeskripsikannya- silakan baca bukunya sendiri, tapi banyak paragraf yang buat aku terkesan. pada kesempatan kali ini beberapa rangkaian kata dari bukunya yang berjudul the Zahir.
bila seseorang pergi, itu karena seseorang lain sudah waktunya datang. aku akan kembali menemukan cinta.
kebebasan bukanlah ketiadaan tanggung jawab, melainkan kemampuan untuk menentukan pilihan-dan melibatkan diri- pada apa yang terbaik untukku.
yang perlu kita lakukan hanyalah memperhatikan; pelajaran akan datang bila kita sudah siap, dan kalau kita bisa membaca isyarat-isyaratnya, kita akan mempelajari semua yang perlu kita ketahui untuk langkah berikutnya.
kalau kau menceritakan suatu kisah, artinya kau tidak betul-betul bebas dari kisah itu.
apakah itu cinta?atau itu ketergantungan?
tak ada yang lebih buruk daripada perasaan bahwa tak seorangpun peduli apakah kita ada di bumi ini atau tidak, bahwa tak seorang pun tertarik pada apa yang ingin kita katakan tentang kehidupan dan bahwa dunia akan tetap berputar walau kita tak ada.
lebih baik kelaparan daripada kesepian. karena kalau kau kesepian-dan yang kau maksud adalah kesepian yang terpaksa, bukan atas pilihan sendiri-kau akan merasa seakan-akan dirimu bukan lagi bagian dari umat manusia.
mungkin masih banyak bagian-bagian yang bagus, tapi kurang dapet feel-nya kalo ga ngerti jalan ceritanya.
Tuesday, June 7, 2011
#obral-obrol 1
Jatinegara, 4 juni 2011
Kemarin waktu di kelas pengantar manajemen, dosen kami membahas mengenai bagaimana caranya memotivasi karyawan. Dalam kuliah tersebut tentu dosen kami membahas tidak hanya materi kuliah saja, tetapi juga kejadian-kejadian nyata yang berkaitan. Seperti biasa setiap kuliah aku sama temen ku pasti kadang dengerin, kadang sibuk sendiri dan pasti ngobrolin hal penting-ga penting. Tiba dosen membahas mengenai peraturan yang berlaku sesuai kesepakatan. Bahwa peraturan berbeda disemua tempat. Tiba-tiba temen ku tergoda untuk berkomentar ada aturan yang aneh di bagian negara timur tengah sana. Di negara yang katanya menganut hukum islam itu, katanya ada aturan yang tidak membolehkan wanita keluar diatas jam 8 malam. Akibatnya ada suatu kasus dimana sang wanita keluar malam-malam dan diperkosa oleh 4 orang pria. Katanya dari kejadian itu sang wanita lah yang dihukum paling berat, karena melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Hal ini muncul karena dahulu guru teman ku yang ‘orang bule’ menanyakan hal tersebut, mengapa negara yang hukumnya islam kejam begitu?temanku bingung menjawabnya. Menurut dia kita tidak bisa langsung serta merta bilang bahwa itu mungkin bukan islam yang benar, karna menurut dia siapa tau ada benarnya juga.
#random, aku lalu berkomentar “eh, kalo ga salah ya, kalo orang yang bersalah misalnya mencuri didalam islam kan hukumnya dipotong tangannya, katanya itu berarti dia sudah menebus dosanya didunia, jadi di akhirat dia ga perlu lagi dipotong tangannya berkali-kali”. Memori pelajaran yang pernah aku dapat kemudian bermonolog dalam pikiranku-bagi orang yang mengerti pasti paham mengenai hari pembalasan setelah kehidupan ini, mereka pasti juga tau, katanya kalo orang yang mencuri nanti hukumannya adalah tangannya dipotong berkali-kali ga putus-putus. Ga kebayang berapa lama kita di akhirat jika dibandingkan dengan kehidupan yang sangat singkat di dunia ini. Kalau dihitung-hitung rata-rata umur manusia sekitar 70 tahun. Kalau nabi-nabi jaman dulu bisa hidup sekitar 200 tahun. Nah, kalau di akhirat kita semua percaya hidup disana bisa mencapai ribuan tahun, bahkan abadi. 70 dibagi ribuan mungkin rasanya hanya kedipan mata kita di dunia. Back to topic, mengenai hukuman tadi, misalnya hukuman itu sudah dilaksanakan didunia, maka kita tidak perlu merasakan lagi di akhirat. Artinya, walaupun kedengarannya kejam, tapi hukuman itu tidak ada artinya jika kita melaksanakan hukuman di akhirat.
Lalu temanku bertanya-tanya, siapa yang berhak menghukum orang-orang bersalah itu di dunia ini. Karena kan ga bisa sembarangan orang bisa menghukum orang seenaknya. Legalitasnya apa?
Nah, disini aku jadi semakin yakin bahwa kita hidup dalam aturan Allah SWT. Untuk menyampaikan aturan itu, Allah menurunkan Rasul dan KitabNya yaitu Nabi Muhammad SAW dan kitab suci Quran. Fungsi rasul di dunia ini ga akan hilang walaupun Nabi Muhammad sudah meninggal. Oleh karena itu pasti ada semacam warisan yang tak pernah putus untuk menjalankan fungsi rasul ini yang legalitasnya dari Allah langsung. Bukan hukum yang dibuat manusia dan legalitasnya manusia yang berhak menentukan. Dan Allah telah berjanji untuk menjaga kemurnian Quran selamanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)